Monday, November 5, 2018

Dialog Rasa dengan sang Waktu

Kita pernah menjalin rasa sebelumnya, bermain bersama sang waktu didalamnya
Aku pernah membawa rasa yang mungkin belum pernah kau lihat sebelumnya
kita pernah berargumen tentang hal kecil dan sebagian hal bodoh didalamnya
Aku pernah mencoba membuat mu terhibur dan bahkan tertawa sebelumnya

Ya aku pernah...

Tapi...
Mungkin hanya aku dan ego ku selama ini yang menarikmu dalam kisahku
Mungkin hanya aku dan rasa ku yang memaksamu masuk dan ambil peran didalamnya
Sempat ku bertanya apakah hanya aku yang bermain dengan waktu dan menikmatinya
Bertanya tentang "apakah kau juga menikmatinya bersamaku dengan runtutan kisahku"

Amnesia...

Kata yang menggambarkanmu dengan semua kata perpisahan yang terlontar darimu
Kata yang melukiskan bahwa kau membuang semua hal itu hanyalah karna egoku
Bukan aku yang memaksamu untuk bermain dan bahkan ambil peran didalmnya
Bukan aku yang menekanmu untuk melakukan semua hal bersama denganku

Ya mungkin bukan...

Anggaplah kau benar dan anggap semua hal yang kau yakini benar adanya
Kau dan rasa mu yang tak pernah terlibat didalamnya
Kau dan sang waktu yang tak pernah berjalan mengikatku
Semua hal saat ini kau anggap hanya kebodohan sesaat dan kau hanya terbawa
Bodoh...

Hanya aku, rasa, dan sang waktu
Dan kau yang tak pernah ingin masuk dan ambil peran didalamnya

Ternyata bertepuk sebelah tangan tak pernah sesakit ini sebelumnya...


#Pengelana-Sastra

Friday, November 2, 2018

Renungan Pengelana

Seorang pengelana terduduk diatas sebuah batu bertuah...
Termenung memikirkan perjalanan dan tempat singgah sebelumnya...
Pernah terlintas untuk berhenti dan mengakhiri semuanya...
Pada akhirnya tak pernah ada rasa yang memberi banyak warna...

Pada hakikatnya semua tempat yang kulalui terlihat begitu sama...
Indah dan ramah pada awalnya, saling bersapa dan bertatap muka...
Memberi senyum tanda bahwa semuanya akan baik baik saja...
Terfikir untuk tinggal dan menghabiskan umur disana sebelumnya...

Kurasa saling menyapa akan lebih baik jika aku ikut andil didalamnya
Mencoba mendekat sedikit merangsak masuk dengan hati terbuka
Kau tersenyum seakan berkata "cukuplah hal yang sebelumnya untukmu"
"tapi bukankah lebih baik jika aku membantumu" balas dalam aksen ku

Ternyata semua terlihat sama pada akhirnya hanya sopan dan keramahan adanya
Mungkin aku dan ke aggresive an ku yang salah, tapi kurasa caraku yang salah
Mencoba memberi warna pada tempat yang salah, mencoba mendekat tanpa waktu
Waktu berjalan terlalu lambat untuk aku yang ingin akrab dengan dirimu

Aku memang orang asing bagimu, jika memang ini pilihan mu biar langkahku membawa ku pergi
"semoga kau dan keramahan mu kembali dan menemukan orang asing yang ingin kau temui

Panggilah aku sebelum jauh, teriakan nama ku sebelum jarak terlalu jauh untuk menghantarkan suaramu
Sungguh langkah tak akan berbalik saat semua sinyal darimu tak memangggilku kembali

Termenung dan terduduk hingga hati kuat untuk kembali berkelana

#Pengelana-Sastra